Usahakan Penurunan Stunting, Dinkes Labuhanbatu Rapat Kordinasi Pelaksanaan Aksi I
Usahakan Penurunan Stunting, Dinkes Labuhanbatu Rapat Kordinasi Pelaksanaan Aksi I
PLH Bupati Labuhanbatu memberikan bimbingan dan arahan
Disamping itu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Labuhanbatu H.Kamal Ilham,SKM, MKes, melalui Kabid kesmas Simanjuntak, SKM, pada laporan menyebutkan, stanting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak yang diakibatkan kekurangan gizi dalam waktu yang lama. Sehingga anak menjadi lebih pendek dari anak normal seusianya dan memiliki keterlambatan dalam berfikir.
Pemantauan status gizi 2017 menunjukkan prevalensi balita stunting di indonesia masih tinggi, yakni 29,6% diatas batasan yang di tetapkan oleh WHO sebesar 20%, yang mengantarkan Indonesia pada urutan ke 4 dengan angka stunting tertinggi didunia sebanyak 9 juta balita mengalami stunting.
Dampak stunting umumnya terjadi disebabkan kurangnya asupan nutrisi pada 1000 hari pertama kehidupan, yang dimulai dari sejak janin hingga berusia dua tahun, dan mulai terlihat ketika anak berusia dua tahun.Awal kehamilan sampai anak berusia dua tahun merupakan periode kritis terjadinya terjadinya pertumbuhan, termasuk perawakan pendek.
Menurut Friska, pemantauan pertumbuhan balita merupakan bagian dari standart pelayanan minimal yang harus dilakukan didaerah. Status gizi masyarakat pada umumnya, menjadi kebutuhan data didaerah untuk mengetahui seberapa besar masalah gizi yang ada di wilayahnya sebagai dasar perencanaan kegiata dan evaluasi kinerja serta intervensi apa yang akan dilakukan para pemangku kepentingan, yang bertujuan menghasilkan data dalam penetapan desa lokus stunting tahu 2022 di kabupaten Labuhanbatu.ujar Friska.
Selanjutnya para peserta rapat kordinasi mengikuti pemaparan yang disampaikan oleh narasumber Bina Bangun Daerah Regional I Provinsi Sumatera Utara Rizal Efendi,S.Kom, dan Fahri Roji, MPA selaku Tenaga Ahli Dirjen Bangda Aksi Konvergensi Sunting terkait Empat output aksi I analisis situasi diantaranya penentuan lokasi-lokasi yang memerlukan prioritas penanganan, penentuan jenis intervensi yang memerlukan prioritas penanganan, identifikasi kendala dalam manajemen layanan untuk menyasar rumah tangga 1000 HPK, gambar komen dasi yang dihasilkan.
Rakor hari ini diikuti 19 orang perwakilan OPD, 11 orang peserta Dinas Kesehatan, 15 orang kepala Puskesmas Kabupaten Labuhanbatu,dan dibuka langsung oleh PLH Bupati Labuhanbatu Ir.Muhammad Yusuf Siagian, MMA, didampingi Kepala Dinas Kesehatan H.Kamal Ilham SKM.M.Kes, dan Kaban Bappeda Kabupaten Labuhanbatu. Hobbol Z Rangkuti.
Read more info "Usahakan Penurunan Stunting, Dinkes Labuhanbatu Rapat Kordinasi Pelaksanaan Aksi I" on the next page :
Editor :Mariyo